Thursday, September 22, 2011

Yuk, Belajar Menulis Cerita Anak!

Oleh: Udi Sukrama


Saat membuka coretan ini, saya yakin, Anda mencari kiat khusus yang jitu untuk menulis cerita anak. Jika itu yang Anda cari, mungkin Anda dapat memperolehnya dari berbagai buku dan artikel lainnya. Sebelumnya, saya hanya ingin mengatakan bahwa saya bukanlah seorang penulis, saya hanyalah orang yang suka membaca cerita anak-anak, baik di buku maupun cerpen pada surat kabar cetak dan noncetak. Akan tetapi, saya juga sering bertanya kepada teman-teman dan beberapa penulis cerita anak sehingga paling tidak saya mengetahui beberapa hal penting dalam penulisan cerita anak.

Wednesday, September 21, 2011

Persamaan Plagiator, Koruptor, dan Aligator

Oleh: Udi Sukrama
Suatu hari saya membuka email di yahoo, ternyata ada kiriman pesan dari seorang teman. Dalam pesannya, ia mengajak saya untuk mengajukan beberapa judul cerita anak. Saya langsung mengirim bebrapa judul cerita dan saya informasikan juga kepadanya bahwa saya telah membuat naskahnya dari sebagian judul cerita yang diajukan. Akhirnya, ia pun meminta beberapa bab dari judul yang telah ada naskahnya dilengkapi dengan sinopsis ceritanya. Setelah beberapa bulan lamanya, belum juga ada kabar tentang judul dan contoh naskah yang dikirim via email tersebut. Saat itu, saya masih berpikir positif sambil menunggu berharap-harap cemas.

Tuesday, May 31, 2011

Anda Butuh Naskah Cerita Anak dan Naskah Lainnya?









9 Mei yang lalu, saya membuat sebuah cerita hingga larut malam. Akan tetapi, rasa ngantuk tidak bisa dikalahkan meskipun telah meminum kopi 3 gelas. Alhasil, saya tertidur dengan posisi duduk hingga terdengar azan Subuh berkumandang. Permasalahan yang timbul bukan terletak tertidur pada posisi duduknya, tetapi laptop yang dijadikan tempat mencurahkan pengalaman yang nyangkut dalam pikiran saya, tiba-tiba tidak mau hidup. "Duasar apes!!". Sudah ditanyakan sama temen yang ngerti komputer, ternyata berbagai jawaban yang saya terima. Ada yang bilang powernya lemah, baterainya rusak, dan ada juga yang bilang listriknya kurang kuat (Itu sih nge-hina banget! Mentang-mentang, suka telah bayar listrik). Nah, Sabtu pagi tanggal 14-nya, tuh laptop Hp langsung dibawa ke tukang benerin di Harco Magga Dua, Jakarta. Setelah seharian dianalisis, ternyata Mainboard-nya kena atau apanyalah tidak begitu jelas dan harganya sekitar sejuta lebih. Waduh! Mendingan ngumpulin uang dan beli yang baru daripada menservis lagi. Akhirnya, ya dengan terpaksa data dalam hardisknya diambil, terutama naskah cerita saya. Untuk itu, daripada naskahnya juga ikut hilang dan rusak, mending saya jual sajalah. Judul naskah buku cerita anak-anak itu ada 7 naskah, antara lain Sahabat Sejati, Yang Jujur- Yang Dipercaya, Persembahan Sakura untuk Ayah, Mewujudkan Impian, Pelangi di Bumi Indonesia, dan Menghargai Keragaman di Indonesia.




Nah, bagi saudara-saudara yang mau beli naskah cerita anak-anak yang berhubungan dengan akhlak mulia dan PKn, silakan hubungi saya, Udi Sukma di 081573192635 atau 022-91869545 (esia)

Tuesday, March 22, 2011

Obrolan di Warung Kopi tentang HAM

Oleh: Udi Sukrama
Sehabis salat Isya, seperti biasanya saya nongkrong di warung kopi yang tidak jauh dari masjid. Di sana, saya melihat sekitar 12 orang pengunjung (Alhamdulillah….), termasuk pengunjung lama, yakni Pak Usep, Pak Sunandar, dan Pak Budi atau sering disebut ustad Budi (lantara gaya bicaranya seperti ustad). Seperti biasanya, saya langsung bergabung dengan mereka. Saat itu kami membahas berbagai hal di dalam kehidupan, mulai dari harga cabai yang tidak turun-turun, Ahmadiyah, ributnya para wakil rakyat & pemerintah (politik), tsunami, bom buku, gatelnya Nato menyerang Libya, radiasi nuklir di Jepang, hingga menemukan topic yang menarik tentang masalah HAM. Kemudian, salah satu dari kami, yakni Pak Budi menyimpulkan bahwa inilah tanda-tanda akhir zaman.
“Kalau memang disebut tanda-tanda akhir zaman, berarti manusia musti sadar akan hal itu,” kata Pak Usep.

Tuesday, March 15, 2011

Oh.....Nasib Jadi Buruh Pabrik

Oleh: Udi Sukrama




Kalau dahulu, orang-orang malas menjadi pegawai negeri sipil (sekitar tahun 1970-an sampai tahun 1990 'kalau tidak salah'), mereka malah memilih menjadi pedagang, sopir angkot ataupun buruh pabrik ataupun karyawan di bank. Pasalnya, dahulu menjadi pegawai negeri sipil untuk mencukupi kebutuhan hidup saja agak tersendat (contohnya guru pada saat itu). Akan tetapi, kini banyak orang lebih memilih menjadi pegawai negeri sipil karena keterjaminan kebutuhan hidupnya sudah mulai membaik.

Friday, March 11, 2011

Kata Siapa Menulis Itu Sulit?

Oleh: Udi Sukrama
Kemarin, saya berbincang-bincang dengan seorang kawan yang memiliki ide cukup banyak dan pandai beretorika. Lalu, saya katakan kepadanya agar ide dan kemampuan ngocehnya itu dituangkan kedalam sebuah tulisan. Kontan saja ia merasa keberatan karena menurutnya orang menulis itu sulit dan untuk melakukannya diperlukan bakat khusus. Menurutnya lagi bahwa orang yang berani menulis itu bukan orang sembarangan. Saya hanya mengatakan bahwa saya juga suka meuliskan “unek-unek” saya di media Blog. Lalu,kawan saya pun nyengir. Kemudian, ia menceritakan kendalanya bahwa ia pun sebenarnya ia pun ingin menulis tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Sebenarnya menulis itu adalah hal yang mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Nah, yang dibutuhkan seseorang menulis adalah kemauan menulis. Jika tidak ada k kemauan untuk menulis, tentunya kita tidak mengetahui sejauhmana sudut pandang kita dalam memandang sesuatu.

Pengemis yang Dermawan

Oleh: Udi Sukrama

Sore itu, saya memasuki lokasi terminal Leuwi Panjang dengan tergesa-gesa. Sesampainya di muka terminal, banyak para penjaja oleh-oleh khas Bandung menawarkan jajaannya kepada saya, namun tidak saya hiraukan. Bahkan, saya tidak sengaja memperlihatkan wajah masam kepada mereka sambil menggeleng-gelengkan kepada bertanda "tidak". Saya langsung saja menuju sebuah tempat yang bertuliskan "TOILET atau WC UMUM". Nah, itulah alasan saya mengapa berjalan tergesa-gesa dan tidak menyadari telah bermuka masam kepada para penjaja, tidak lain merasakan perut mulas. Setelah memasuki sebuah ruangan yang sempit dan berbau pesing, saya jongkok sambil melepaskan amunisi yang tertahan sejak masih naik mobil angkutan kota. Akhirnya, plong juga rasanya setelah melepaskan amuni yang tertahan. Tiba-tiba, saya mendengar percakapan yang sepertinya dilakukan oleh dua orang di balik tembok toliet. Kebetulan WC yang saya masuki adalah WC yang terletak di pojok dan bersebelahan dengan tembok luar, jadi bisa terdengar orang-orang berbicara di balik tembok.