Oleh: Udi Sukrama
Sehabis salat Isya, seperti biasanya saya nongkrong di warung kopi yang tidak jauh dari masjid. Di sana, saya melihat sekitar 12 orang pengunjung (Alhamdulillah….), termasuk pengunjung lama, yakni Pak Usep, Pak Sunandar, dan Pak Budi atau sering disebut ustad Budi (lantara gaya bicaranya seperti ustad). Seperti biasanya, saya langsung bergabung dengan mereka. Saat itu kami membahas berbagai hal di dalam kehidupan, mulai dari harga cabai yang tidak turun-turun, Ahmadiyah, ributnya para wakil rakyat & pemerintah (politik), tsunami, bom buku, gatelnya Nato menyerang Libya, radiasi nuklir di Jepang, hingga menemukan topic yang menarik tentang masalah HAM. Kemudian, salah satu dari kami, yakni Pak Budi menyimpulkan bahwa inilah tanda-tanda akhir zaman.
“Kalau memang disebut tanda-tanda akhir zaman, berarti manusia musti sadar akan hal itu,” kata Pak Usep.
“Kalau memang disebut tanda-tanda akhir zaman, berarti manusia musti sadar akan hal itu,” kata Pak Usep.